Minggu, 24 November 2013

Mycobacterium tuberculosis : Agen Penyebab Penyakit TBC

Mycobacterium tuberculosis : Agen Penyebab Penyakit TBC
Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil dan hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop. Mikroorganisme terdapat dimana-mana. Interaksinya dengan sesame mikroorganisme ataupun organisme lain dapat berlangsung dengan cara yang aman dan menguntungkan maupun merugikan (Pratiwi, 2008).
Mikroorganisme di dunia ini ada yang menguntungkan dan ada juga yang merugikan. Mikroorganisme yang menguntungkan dapat kita manfaatkan untuk kepentingan kesejahteraan hidup manusia. Akan tetapi, banyak juga mikroorganisme yang tidak menguntungkan kita yaitu dengan menyebabkan terjadinya penyakit pada tubuh manusia. Salah satu mikroorganisme yang dapat menyebabkan atau menginfeksi manusia adalam Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat mengakibatkn penyakit tuberculosis pada manusia. Tuberculosis itu sendiri merupakan salah satu penyakit yang mematikan dan berbahaya di dunia.
Tuberculosis merupakan penyakit berbahaya ke-3 yang menyebabkan kematian di dunia setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernapasan, dan merupakan nomor satu dari golongan penyakit infeksi. Saat ini tuberculosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat menginfeksi sepertiga populasi dunia, setiap detik ada satu orang yang terinfeksi tuberculosis, tetapi hanya bakteri yang aktif yang menyebabkan orang menjadi sakit. Setiap tahunnya sekitar 4 juta penderita tuberkulosis paru menular di dunia, ditambah lagi penderita yang tidak menular. Hal ini menggambarkan setiap tahun di dunia akan ada sekitar 8 juta penderita tuberkulosis paru, dan ada sekitar 3 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit ini.
Sampai hari ini, penyakit TBC masih menempatkan Indonesia dalam tiga besar negara dengan jumlah penderita terbanyak. Pada umumnya kegagalan pengobatan TBC terjadi disebabkan terapi yang terputus karena pasien merasa sudah sembuh. Kendala lain yang  sering timbul adalah lamanya waktu pengobatan. Obat untuk TBC harus dimakan sedikitnya enam bulan. Sementara biasanya setelah makan obat selama dua bulan, pasien malas meneruskan pengobatan karena merasa sembuh dan tidak merasakan gejala lagi. Padahal kalau pengobatan berhenti di tengah jalan, maka bukan saja penyakitnya tidak sembuh dengan tuntas, tetapi juga menyebabkan bakteri TBC menjadi kebal terhadap obat yang digunakan. Ketiadaan biaya malah membuat seseorang tidak berobat, karena tidak mengetahui program pemerintah yang menggratiskan obat TBC di seluruh Puskesmas di Indonesia. Penyakit ini sering dianggap enteng oleh penderita karena masih bisa bekerja seperti biasa, namun tanpa disadari keparahan penyakit yang semakin meningkat sebanding dengan perjalanan waktu dan menurunnya daya tahan tubuh.
Penanganan TBC masih terus menjadi tantangan besar untuk para tenaga kesehatan. Untuk memutuskan rantai penularan perlu pula mendapati perhatian lintas sektoral karena berkaitan dengan faktor sosial budaya dan tempat hunian. Namun pada dasarnya penyakit TBC bisa disembuhkan secara tuntas apabila pasien mengikuti anjuran tenaga kesehatan untuk minum obat secara teratur dan rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Selain itu diperlukan juga kepedulian dan pengawasan dari tenaga kesehatan untuk mengawal perkembangan terapi pasien. Penyebab TBC memang bukan bakteri biasa, karena itu diperlukan konsistensi dan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi untuk mencapai hasil terapi yang optimal.
TAKSONOMI, MORFOLOGI, FISIOLOGI SERTA EKOLOGI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS.
Mycobacterium tuberculosis pertama kali dideskripsikan pada tanggal 24 Maret 1882 oleh Robert Koch. Maka untuk mengenang jasa beliau, bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri penyebab penyakit tuberkulosa (TBC) (Wikipedia, 2010). Bahkan penyakit TBC pada paru-paru pun dikenal juga sebagai Koch Pulmonum (KP).
Berikut adalah taksonomi dari Mycobacterium tuberculosis.
Kingdom           : Bacteria
Filum                 : Actinobacteria
Ordo                  : Actinomycetales
Upaordo            : Corynebacterineae
Famili                : Mycobacteriaceae
Genus                : Mycobacterium
Spesies              : Mycobacterium tuberculosis
Sumber: Wikipedia
Adapun bentuk bakteri Mycobacterium tuberculosis ini adalah basil tuberkel yang merupakan batang ramping dan kurus, dapat berbentuk lurus ataupun bengkok yang panjangnya sekitar 2-4 mm dan lebar 0,2 – 0,5 mm yang bergabung membentuk rantai. Besar bakteri ini tergantung pada kondisi lingkungan (Wikipedia, 2010).
Mycobacterium tuberculosis tidak dapat diklasifikasikan sebagai bakteri gram positif atau bakteri gram negatif, karena apabila diwarnai sekali dengan zat warna basa, warna tersebut tidak dapat dihilangkan dengan alkohol, meskipun dibubuhi iodium. Oleh sebab itu bakteri ini termasuk dalam bakteri tahan asam. Mycobacterium tuberculosis cenderung lebih resisten terhadap faktor kimia dari pada bakteri yang lain karena sifat hidrofobik permukaan selnya dan pertumbuhan bergerombol. Mycobacterium tuberculosis tidak menghasilkan kapsul atau spora serta dinding selnya terdiri dari peptidoglikan dan DAP, dengan kandungan lipid kira-kira setinggi 60% (Simbahgaul, 2008). Pada dinding sel mycobacteria, lemak berhubungan dengan arabinogalaktan dan peptidoglikan di bawahnya. Struktur ini menurunkan permeabilitas dinding sel, sehingga mengurangi efektivitas dari antibiotik. Lipoarabinomannan, suatu molekul lain dalam dinding sel mycobacteria, berperan dalam interaksi antara inang dan patogen, menjadikan Mycobacterium tuberculosis dapat bertahan hidup di dalam makrofag (Indah, 2010).
Bakteri Mycobacterium memiliki sifat tidak tahan panas serta akan mati pada 6°C selama 15-20 menit. Biakan bakteri ini dapat mati jika terkena sinar matahari lansung selama 2 jam. Dalam dahak, bakteri mycobacterium dapat bertahan selama 20-30 jam. Basil yang berada dalam percikan bahan dapat bertahan hidup 8-10 hari. Biakan basil ini apabila berada dalam suhu kamar dapat hidup 6-8 bulan dan dapat disimpan dalam lemari dengan suhu 20°C selama 2 tahun. Mycobacterim tahan terhadap berbagai khemikalia dan disinfektan antara lain phenol 5%, asam sulfat 15%, asam sitrat 3% dan NaOH 4%. Basil ini dihancurkan oleh jodium tinctur dalam 5 minit, dengan alkohol 80 % akan hancur dalam 2-10 menit (Hiswani M.Kes, 2010).
Mycobacterium tuberculosis dapat tahan hidup diudara kering maupun dalam keadaan dingin atau dapat hidup bertahun-tahun dalam lemari es. Hal ini dapat terjadi apabila kuman berada dalam sifat dormant (tidur). Pada sifat dormant ini apabila suatu saat terdapat keadaan dimana  memungkinkan untuk berkembang, kuman tuberculosis ini dapat bangkit kembali (Hiswani M.Kes, 2010).
Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri aerob, oleh karena itu pada kasus TBC biasanya mereka ditemukan pada daerah yang banyak udaranya. Mikobakteria mendapat energi dari oksidasi berbagai senyawa karbon sederhana. Aktivitas biokimianya tidak khas, dan laju pertumbuhannya lebih lambat dari kebanyakan bakteri lain karena sifatnya yang cukup kompleks dan dinding selnya yang impermeable, sehingga penggandaannya hanya berlangsung setiap kurang lebih 18 jam. Karena pertumbuhannya yang lamban, seringkali sulit untuk mendiagnostik tuberculosis dengan cepat. Bentuk saprofit cenderung tumbuh lebih cepat, berkembangbiak dengan baik pada suhu 22-23oC, menghasilkan lebih banyak pigmen, dan kurang tahan asam dari pada bentuk yang pathogen. Mikobakteria cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan lembab (Simbahgaul, 2008).
Bakteri ini biasanya berpindah dari tubuh manusia ke manusia lainnya melalui saluran pernafasan, keluar melalui udara yang dihembuskan pada proses respirasi dan terhisap masuk saat seseorang menarik nafas. Habitat asli bakteri Mycobacterium tuberculosis sendiri adalah paru-paru manusia. Droplet yang terhirup sangat kecil ukurannya, sehingga dapat melewati sistem pertahanan mukosillier bronkus, dan terus berjalan sehinga sampai di alveolus dan menetap disana. Infeksi dimulai saat kuman tuberkulosis berhasil berkembang biak dengan cara pembelahan diri di dalam paru-paru (Anonim a, 2010).
Bakteri Mycobacterium tuberculosis adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit tuberkolosis atau disingkat TBC. Sumber penularan adalah penderita Tuberculosis (TB) yang dahaknya mengandung kuman TB hidup (BTA (+)). Infeksi kuman ini paling sering disebarkan melalui udara (air borne, droplets infection). Penyebaran melalui udara berupa partikel-partikel percikan dahak yang mengandung kuman berasal dari penderita saat batuk, bersin, tertawa, bernyanyi atau bicara. Partikel mengandung kuman ini akan terhisap oleh orang sehat dan menimbulkan infeksi di saluran napas. Bakteri aktif mikobakteria mencemari udara yang ditinggali atau ditempati banyak manusia, karena sumber dari bakteri ini adalah manusia. Bakteri ini dapat hidup selama beberapa jam pada udara terbuka, dan selama itulah dia akan berterbangan di udara hingga akhirnya menemukan manusia sebagai tempat hidup. (U-knee, 2008).
Biasanya pencemaran oleh bakteri ini terjadi pada rumah yang penuh dengan orang namun memiliki ventilasi yang buruk. Juga ditempat-tempat ramai yaitu sarana perhubungan seperti bis sekolah, kapal laut, juga pada asrama, penjara, bahkan dari dokter yang kurang memperhatikan sanitasi tubuhnya. Habitat asli dari bakteri ini adalah manusia, dan hanya menjadikan lingkungan sebagai perantara (Tin-U, 2005).

 

Sabtu, 23 November 2013

Migrasi Hewan Terbesar


Migrasi Hewan Terbesar
1.  Migrasi Jutaan Hewan Liar di Serengeti
Serengeti yang mencakup kawasan Tanzania dan Kenya menjadi lokasi dari salah satu migrasi hewan terbesar di dunia. Proses migrasi tersebut melibatkan sekitar 1,5 juta wildebeest (sejenis antelop besar) dan 250.000 zebra. Karena melibatkan jutaan hewan, proses migrasi di Taman Nasional Serengeti kerap disebut sebagai The Great Migration(Migrasi Hebat) dan menarik ribuan wisatawan dari berbagai belahan dunia. Migrasi besar-besaran tersebut juga menarik predator buas yaitu buaya. Mereka berpesta dengan terus-menerus menyergap hewan-hewan malang yang harus melewati sungai untuk menyelesaikan misi migrasi mereka.                                                                                                               Waktu migrasi: Juli-Agustus
2. Migrasi Kepiting di Christmas Island
Mungkin kamu pernah menyaksikan beberapa ekor kepiting berjalan miring di tepi pantai. Tapi, pernahkah kamu melihat ratusan bahkan ribuan kepiting bergerombol ke daratan untuk menyeberang jalan? Peristiwa unik tersebut dapat kamu saksikan di Christmas Island yang menjadi bagian dari wilayah Australia. Keunikan rombongan kepiting merah yang membanjiri pantai dan jalan di Christmas Island menarik perhatian warga lokal dan wisatawan.
Saat rombongan kepiting terlihat, atmosfir ceria menyelimuti seluruh kawasan Christmas Island. Wisatawan dan warga lokal di sekitar pantai berpesta pora. Untuk mempermudah perjalanan migrasi sang kepiting, dibangun jembatan khusus kepiting sementara kendaraan tak boleh melewati jalan-jalan dekat pantai.
Waktu migrasi: Oktober-November
3. Migrasi Kupu-kupu di Pacific Grove
Menyaksikan seekor kupu-kupu yang sedang terbang dengan indah saja sudah terasa menyenangkan. Apalagi kalau yang datang puluhan ribu kupu-kupu sekaligus. Setiap tahun, tidak kurang dari 20.000 kupu-kupu menguasai langit di Pacific Grove, California, Amerika Serikat. Kerajaan kupu-kupu tersebut menempuh perjalanan sejauh 3.200 km di musim dingin untuk menuju tempat yang lebih hangat. Fenomena unik tersebut menyebabkan Pacific Grove mendapat julukan sebagai “Kota Kupu-kupu”.
Waktu migrasi: Oktober-Februari
4. Migrasi Ikan Salmon di Taman Nasional Katmai
Setiap tahun, serombongan besar ikan salmon sockeye kembali ke hulu setelah setahun sebelumnya mengarungi lautan. Mereka datang untuk bertelur di tempat di mana mereka menetas dulu. Untuk mencapai hulu, perjalanan berat harus dilakukan. Ikan-ikan salmon ini harus memanjat air terjun dan menghindar dari beruang yang menunggu mereka lompat ke dalam genggaman mereka. Peristiwa alam unik inilah yang ditunggu-tunggu wisatawan di taman nasional yang berada di bagian selatan Alaska, Amerika Serikat.
Waktu migrasi: Juli
Migrasi Salmon
Migrasi Salmon
5. Migrasi Paus di Australia
Paus menjadi salah satu mamalia yang paling sulit ditemui. Mereka hampir selalu berada di lautan lepas yang dalam dan sulit dijangkau oleh manusia. Namun, pada waktu-waktu tertentu, paus jenis humpback melakukan migrasi ke perairan Australia yang lebih mudah dicapai wisatawan. Berbagai operator kapal pesiar menawarkan perjalanan tak terlupakan yaitu menyaksikan paus humpback mengapung santai, menghembuskan air atau melompat dan berbalik dengan indah. Salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan paus di Australia adalah di pesisir Sydney.
Waktu migrasi: Juni-November
6. Migrasi Ikan Sarden di Afrika Selatan
Sering makan ikan sarden kalengan? Tahu tidak bagaimana pola kehidupannya sebelum dikalengkan? Di lautan, ikan sarden selalu hidup bergerombol dengan jumlah mencapai jutaan ikan dalam satu kelompok. Setiap tahun, kelompok jutaan ikan sarden ini melakukan migrasi ke arah utara menuju perairan dekat Transkei dan Kwazulu-Natal, Afrika Selatan. Peristiwa migrasi besar-besaran ini populer dengan sebutan The Sardines Run dan disebut-sebut sebagai salah satu migrasi hewan terbesar di dunia. Kumpulan sarden yang berenang membentuk pola-pola gelap raksasa yang berpencar dan menyatu tak beraturan.
Waktu migrasi: Mei-Juli
Kelompok Ikan Sarden
Kelompok Ikan Sarden
7. Migrasi Hiu Putih di Afrika Selatan
Migrasi jutaan ikan sarden ke Afrika Selatan ternyata menarik banyak hewan lain seperti burung, singa laut, dan salah satu predator paling menakutkan di lautan – hiu putih. Hiu putih yang biasanya menyendiri di laut lepas kini berkumpul di satu kawasan yang sama. Sekumpulan sarden dan singa lautlah yang menarik mereka ke perairan dekat daratan. Sebagian hiu putih berenang di sekitar rombongan sarden dan sesekali menerjang dan memecah belah rombongan. Sementara sebagian lainnya lebih suka mengejar mangsa yang lebih besar yaitu anjing laut. Ini merupakan salah satu kesempatan bagi ilmuwan dan wisatawan untuk menyaksikan hiu putih dari jarak dekat.
Waktu migrasi: Mei-Juli
8. Migrasi Gajah di Sri Lanka
Setelah makhluk-makhluk laut, kita beralih membahas migrasi mamalia terbesar di daratan yaitu gajah. Migrasi gajah serombongan besar gajah terjadi setiap tahun di Mineriya, Sri Lanka. Gajah-gajah dari berbagai ukuran dan usia mulai dari yang kecil sebesar sapi hingga yang dewasa hijrah sejauh ribuan kilometer untuk mendapatkan makanan dan pasangan. Sebagian besar lokasi migrasi gajah telah dirusak oleh manusia, namun kegiatan migrasi gajah di kawasan Mineriya masih berlangsung hingga saat ini.
Waktu migrasi: Agustus
9. Migrasi Burung Bangau di Colorado
Memiliki kemampuan untuk terbang, burung tergolong hewan yang perjalanan migrasinya paling mudah. Mereka melalui jalur darat yang hambatannya cenderung lebih sedikit dibanding jalur darat dan air. Salah satu fenomena migrasi burung terbesar adalah migrasi 25.000 burung bangau dari wilayah Arizona ke Pegunungan Rocky. Namun, lokasi terbaik untuk menyaksikan migrasi tersebut adalah di kawasan San Louis Valley, Colorado, di mana para burung berhenti untuk beristirahat dan mengisi perbekalan makanan dan minuman.
Waktu migrasi: Maret
10. Migrasi Penyu di Indonesia
Indonesia juga menjadi lokasi dari migrasi hewan langka dalam jumlah besar. Hewan yang dimaksud adalah penyu hijau. Setiap tahun, rombongan ratusan penyu hijau mendarat di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, untuk bertelur. Pantai-pantai yang landai dan berpasir halus serta memiliki suasana yang tenang dan sepi seperti di Kepulauan Derawan menjadi tempat terbaik bagi penyu hijau untuk bertelur dan menitipkan bakal anaknya.
Waktu migrasi: April-Juni
Penyu Bertelur